Manfaat Bermain Konstruktif

Apakah Anda pernah berpikir tentang melakukan sesuatu yang berbeda dengan struktur permainan anak Anda? Apakah Anda merasa mereka harus bermain dengan alat yang berbeda selain peralatan bermain sekolah konvensional dan peralatan bermain di luar ruangan?

Ketika anak saya di bawah lima tahun, saya berusaha menjauhkannya dari alat-alat luar ruangan yang dimainkan oleh anak-anak yang lebih tua. Saya bukan seorang ibu yang ketat, tetapi saya takut banyak cedera. Di sisi lain, saya ingin dia memiliki beberapa aktivitas fisik dan mental yang dapat membantunya tumbuh. Setelah mencari, saya jadi tahu tentang mainan konstruktif. Percaya atau tidak, itu keajaiban untuk pertumbuhan anakku! Aspek positif yang saya perhatikan dalam dirinya adalah sebagai berikut.

1. Lebih baik dalam Pemecahan Masalah

Saya melihat dia mencoba berbagai ide sambil membangun blok. Terkadang, dia sering mencoba puluhan ide untuk membangun satu hal. Hal yang sangat saya sukai dari game ini adalah dia tidak pernah menyerah. Dia terus melakukan brainstorming dan mencoba satu ide demi satu; menghancurkan satu struktur dan mencoba yang lain. Ini membuatnya konsisten dan pemecah masalah yang lebih baik. Sekarang, saya melihat dia menemukan jalan keluar dari setiap kesulitan yang datang dalam caranya, baik itu akademik atau sosial.

2. Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus

Keterampilan motorik halus semua tentang gerakan tangan dan jari. Kegiatan rutin sehari-hari yang sederhana seperti menyikat gigi, memilih benda, menyisir rambut, dll. Membantu dalam memperkuat keterampilan motorik halus. Kami mengabaikan pentingnya kegiatan sederhana ini, tetapi mereka memainkan peran penting dalam kehidupan kita.

Untuk meningkatkan keterampilan motorik anak Anda, cobalah memanjakan dia dalam permainan yang konstruktif. Ini melibatkan gerakan tangan yang sederhana namun efektif yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan kinerja.

3. Kinerja Akademik yang Lebih Baik

Mungkin terdengar gila untuk Anda tetapi membantu bermain konstruktif dalam meningkatkan keterampilan belajar akademik. Bagaimana? Anda harus bertanya-tanya! Kami tidak menyadari bahwa kegiatan yang terlibat dalam permainan konstruktif sebenarnya adalah keterampilan belajar. Misalnya, perlu perhitungan, pengukuran, dan geometri sederhana. Terlebih lagi, ini melibatkan sains seperti brainstorming, bereksperimen, menipu, dan kadang-kadang, bahkan menghipnotis. Selain itu, anak Anda harus melakukan beberapa bacaan dan menulis sekaligus membangun sesuatu. Semua ini berkontribusi untuk meningkatkan keterampilan akademis anak Anda dan menjadikannya yang terbaik dari siswa.

4. Perbesar Imajinasi

Bermain konstruktif adalah tentang membayangkan hal-hal yang berbeda dalam pikiran dan membawa mereka ke dalam tindakan. Saya melihat putri saya membangun berbagai hal mulai dari kastil hingga perahu. Dia membayangkan struktur-struktur ini dalam pikirannya dan mengimplementasikannya se-nyata mungkin. Setiap kali dia bermain, dia mencoba berbagai ide dan itu melibatkan imajinasinya. Ini membuatnya menjadi pemikir yang lebih baik dan individu yang cerdas.

5. Stabilitas dan Persistensi

Saat membangun blok dan memainkan game yang serupa, ide awal biasanya sia-sia. Menghancurkan struktur dan mencoba ide lain cukup normal sambil bermain konstruktif. Namun, itu membuat frustrasi dan membuat seseorang menjadi tidak sabar. Di situlah bermain konstruktif memainkan perannya dan meningkatkan kesabaran pada anak-anak. Itu membuat mereka gigih dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan mereka.